Kamis, 05 Mei 2016

KESIANGAN

"Ya, Tuhan. Kau..." aku tak meneruskan kata-kataku.
 Aku melihat tubuh yang terkoyak-koyak itu mencoba dengan kekuatan yang masih tersisa untuk bangkit,
Tetapi kembali lemas tak berdaya.
Hanya matanya saja yang tetap dingin kearahku,
Banyak suara yang aku tak sadari, dekat sekali rasanya.
Aku menoleh ke samping kanan, kiri, dan tepat di depan tubuhku yang terbaring lurus.
Ouh, bulsyit. "Kataku"
Tragedi apa ini, aku di sholati layaknya orang tak bernyawa.
Aku baru sadar, ternyata waktu sudah siang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar