Terjemahilah aunganmu dalam guha gelap gulita di malam yang kerap mengganggu tidurku. Tidaklah kau iba pada kelalawar yang terbirit- birit pergi meninggalkan bayi dan sang istri. Sudahilah aunganmu yang tak mempunyai arti wahai raja malam. Sadarlah alam semesta bukanlah hanya kau yang relawan di takuti para bangsawan. Tutuplah mulutmu, aunganmu, kami butuh ketenangan yang ingin merasakan impian sang malam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar