Ketika malam gelap gulita, terang benerang bulan menyinari bumi, bintang mengkrimik- krimik cahaya bagai kunang-kunang pribahasa pula.
Tunas sudah berganti pagi, sejuk embun menyegarkan tubuh kawan, indah awal tak terbayang kekuasaan sang Tuhan, berbanding lilin meleleh, terang menyirai dalam kegelapan yang tak berguna.
Sudahilah kawan perasaanmu itu, nikahi saja sepeda ontelmu yang kau beli dengan keinginan penuh ceria, tutuplah perjuangan keseriusan yang kau impi-impikan, apa kau tak berfikir seprti air yang terus menetesi batu yg penuh histerius nyata, bersabar Tuhan telah mengatur semuanya.
gue h_d mirror.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar